Gagal Ginjal dan Diabetes Pada Anak Yang Semakin Mewabah

 


Gagal ginjal pada anak adalah kondisi serius yang memerlukan perhatian khusus. Mari kita bahas beberapa informasi penting tentang penyakit ginjal pada anak:

1. Jenis Gagal Ginjal pada Anak:

Gagal Ginjal Akut: Ini adalah kondisi ketika ginjal mengalami kerusakan secara tiba-tiba. Beberapa gejala yang mungkin terjadi pada anak dengan gagal ginjal akut meliputi diare, batuk, pilek, mual, muntah, dan demam selama beberapa hari.

Gagal Ginjal Kronik: Kondisi ini berlangsung secara perlahan dan bisa menjadi permanen. Gejalanya mungkin tidak spesifik, seperti bengkak pada wajah, perut, tangan, atau kaki, serta seret buang air kecil, kelelahan, dan pertumbuhan yang lambat2.

2. Penyebab Gagal Ginjal pada Anak:

Cacat Bawaan: Beberapa anak lahir dengan cacat pada ginjal dan kandung kemih, yang dapat menyebabkan gagal ginjal.

Penyakit Keturunan: Sindrom nefrotik kongenital, penyakit ginjal polikistik, dan sistinosis adalah contoh penyakit keturunan yang dapat mempengaruhi fungsi ginjal.

Refluks dan Infeksi: Refluks urine dari kandung kemih ke ginjal atau infeksi saluran kemih juga dapat berkontribusi pada gagal ginjal.

3. Gejala Gagal Ginjal pada Anak:

- Bengkak pada wajah, perut, tangan, atau kaki.

- Kesulitan buang air kecil.

- Kelelahan dan lemas.

- Pertumbuhan yang lambat2.

4. Diagnosis dan Pemeriksaan:

Tahap pemeriksaan melibatkan tes laboratorium (darah, urine, kreatinin, elektrolit), pencitraan (USG, CT-Scan, MRI), dan dalam beberapa kasus, biopsi ginjal.

Ingat, jika Anda mencurigai anak mengalami masalah pada ginjal, segera konsultasikan dengan dokter spesialis anak. Perawatan yang tepat dan pemantauan yang cermat sangat penting untuk mengelola kondisi ini.

Pada tahun 2024, di Jawa Barat saja tercatat ada 77 anak yang rutin menjalani prosedur hemodialisis atau cuci darah. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2023, di mana terdapat 125 anak yang menjalani prosedur serupa.Penyakit ginjal pada anak bisa disebabkan oleh berbagai faktor. penyebabnya bisa meliputi efek samping obat tertentu, dehidrasi hebat, dan konsumsi makanan atau minuman dengan kadar gula yang berlebihan.

Penyakit diabetes melitus pada anak juga dapat menyebabkan kerusakan ginjal, yang pada akhirnya membuat anak-anak memerlukan hemodialisis.Jadi misalnya perlu kayak hemodialisis tapi ada gagal ginjal yang memang sudah bertahun-tahun, dia harus diterapi ya itu yang gagal ginjal akut

Efek samping dari penyakit gula pada anak atau diabetes melitus pada anak ini ujung-ujungnya akan ada kerusakan ginjal. Nah nanti kerusakan ginjal ini yang akhirnya anak itu perlu Hemodialisis atau tidak.Setelah kasus penyakit gagal ginjal menyerang anak-anak, kini ancaman terbaru adalah penyakit diabetes. Prevalensi anak penyandang diabetes meningkat 70 persen dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir sejak 2010.

Berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) saat ini tercatat ada 1.645 anak penyandang diabetes di 13 rumah sakit di kota besar.Karena itulah, kita harus menekankan pentingnya penanganan preventif terhadap bahaya diabetes melitus anak. Langkah yang bisa diambil, dengan cara edukasi terhadap para orangtua.Di sinilah perlunya melibatkan orangtua agar dalam lingkungan terkecilnya yaitu keluarga dapat menerapkan pola hidup sehat. Ketidaktahuan orang tua akan bahaya diabetes melitus anak, terjadi karena kurangnya edukasi dan sosialiasi.

Di sisi lain, kebijakan pemerintah yang dinilai belum komprehensif dan menyeluruh dalam membebaskan anak-anak dari penyakit yang berisiko berat. Diantaranya maraknya minuman dengan pemanis buatan yang bisa menjadi pemicu.Untuk mewujudkan Indonesia sehat memang harus dengan kebijakan menyeluruh. Selain edukasi dan sosialisasi, harus ada pembatasan pula terhadap sumber-sumber penyebabnya


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama