Turbelensi Pesawat

 



Apa Itu Turbelensi


Pada 11 Agustus 2024, penerbangan EVA Air rute Jakarta menuju Taipei mengalami turbelensi hebat dua jam setelah lepas landas. Turbulensi terjadi di ketinggian 37.000 kaki, dan 6 pramugari mengalami luka ringan saat menyajikan makanan. Dampak guncangan tersebut pun dirasakan oleh para penumpang hingga ada yang terlempar dari tempat duduknya. Namun pesawat mendarat dengan selamat di Taipei dan tidak ada laporan korban luka serius.


Sebelumnya, tepatnya tgl 21 Mei 2024, Pesawat Singapore Airline SQ321 dengan rute penerbangan London-Singapura juga mengalami turbelensi, bahkan menyebabkan 1 penumpang meninggal dunia.Nah, apa sih turbelensi itu?


Turbulensi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan aliran udara yang tidak stabil dan tidak teratur yang sering dialami pesawat saat terbang. Ketika pesawat memasuki daerah dengan aliran udara yang tidak stabil, pesawat dapat berguncang atau bergoyang, yang sering disebut sebagai turbulensi.


Penyebab Turbelensi

Turbulensi disebabkan oleh berbagai faktor yang mempengaruhi aliran udara di atmosfer. Berikut adalah beberapa penyebab utama turbulensi:

Turbulensi Mekanis:

Topografi: Pegunungan, bukit, atau bangunan tinggi dapat mengganggu aliran udara, menciptakan turbulensi di sekitarnya. Saat angin bertiup melintasi pegunungan, udara dapat berputar dan bergelombang, menyebabkan turbulensi di sekitar puncak dan di sisi bawah angin.

Turbulensi Termal:

Pemanasan Permukaan: Saat permukaan bumi dipanaskan oleh sinar matahari, udara di dekat permukaan menjadi panas dan naik, menyebabkan arus udara naik yang dapat menciptakan turbulensi. Ini sering terjadi pada hari-hari yang panas di atas daratan.

Turbulensi Frontal:

Pertemuan Massa Udara: Ketika dua massa udara dengan suhu, kelembaban, dan kecepatan angin yang berbeda bertemu, seperti pada zona front cuaca (misalnya, front dingin atau front hangat), turbulensi dapat terjadi. Perbedaan dalam kecepatan dan arah angin pada pertemuan massa udara ini menciptakan aliran udara yang tidak stabil.

Turbulensi Clear-Air (Clear-Air Turbulence, CAT):

Perubahan Kecepatan dan Arah Angin: Turbulensi ini terjadi di atmosfer yang tampak jernih, biasanya pada ketinggian jelajah pesawat, di mana tidak ada tanda-tanda visual seperti awan. Ini disebabkan oleh perubahan tiba-tiba dalam kecepatan atau arah angin, yang sering terjadi di dekat jet stream (aliran udara cepat di atmosfer atas).

Jet Stream:

Aliran Udara Cepat: Jet stream adalah aliran udara cepat yang mengalir di atmosfer atas. Saat pesawat terbang melintasi atau mendekati jet stream, perbedaan kecepatan angin yang tajam antara bagian yang berbeda dari aliran udara ini dapat menyebabkan turbulensi.

Wake Turbulence:

Aliran Udara dari Pesawat Lain: Pesawat besar menciptakan aliran udara yang kuat di belakangnya, dikenal sebagai wake turbulence. Jika pesawat lain terbang terlalu dekat di belakang pesawat besar, mereka dapat mengalami turbulensi akibat dari aliran udara tersebut.

Cuaca Buruk:

Badai dan Awan Cumulonimbus: Awan badai, terutama awan cumulonimbus, dapat menyebabkan turbulensi yang kuat karena arus udara naik dan turun yang sangat kuat di dalam awan ini. Petir, hujan es, dan arus udara yang tidak stabil sering terjadi di dalam awan ini.

Meskipun turbulensi bisa menyebabkan ketidaknyamanan, pesawat modern dirancang untuk tahan terhadap berbagai jenis turbulensi, dan pilot dilatih untuk menanganinya dengan aman.


Apa Bahaya Dari Turbelensi


Turbulensi biasanya tidak berbahaya bagi pesawat, tetapi bisa menyebabkan beberapa risiko, seperti:

Cedera pada Penumpang dan Kru: Jika tidak mengenakan sabuk pengaman, penumpang dan kru dapat terlempar dari kursi mereka, berpotensi menabrak langit-langit atau benda lainnya, menyebabkan cedera.

Kerusakan Kabin: Benda-benda yang tidak aman, seperti troli makanan atau barang-barang bawaan, dapat terlempar dan menyebabkan kerusakan pada kabin atau mencederai orang.

Kecemasan dan Ketakutan: Turbulensi dapat menyebabkan kecemasan, terutama pada penumpang yang tidak terbiasa terbang atau yang takut terbang.

Namun, pesawat modern dirancang untuk menahan turbulensi ekstrem, dan kejadian serius sangat jarang terjadi. Banyak pakar mengatakan bahwa turbelensi tidak akan menghancurkan pesawat.Namun turbelensi tetap kurang baik untuk pesawat terbang, sehingga pilot berusaha menghindari atau mengurangi kecepatan pesawat dan menyalakan lampu indikator kenakan sabuk pengaman.



Apa Yang Harus Dilakukan Saat Pesawat Mengalami Turbelensi

Saat terjadi turbulensi saat penerbangan, penting untuk tetap tenang dan mengikuti prosedur keselamatan. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda lakukan:

Kenakan Sabuk Pengaman:

Pastikan sabuk pengaman Anda terpasang dengan erat di sekitar pinggang Anda setiap saat, terutama ketika tanda "kenakan sabuk pengaman" dinyalakan. Sabuk pengaman akan membantu Anda tetap aman di kursi dan mencegah cedera akibat guncangan.

Tetap di Kursi Anda:

Jika Anda berada di kursi, tetaplah duduk dan jangan mencoba berdiri atau berjalan ke kamar mandi saat turbulensi terjadi. Berdiri dapat meningkatkan risiko cedera karena Anda bisa kehilangan keseimbangan.

Jaga Barang Pribadi:

Simpan barang-barang pribadi di tempat yang aman, seperti di tas yang diletakkan di bawah kursi atau di kompartemen bagasi di atas. Barang-barang yang lepas dapat menjadi proyektil berbahaya saat terjadi turbulensi.

Dengarkan Arahan dari Kru Kabin:

Kru kabin mungkin memberikan instruksi tambahan selama turbulensi. Pastikan Anda mendengarkan dan mengikuti instruksi mereka. Mereka dilatih untuk menangani situasi ini dan akan memberikan arahan terbaik untuk keselamatan Anda.

Tetap Tenang:

Meskipun turbulensi bisa terasa menakutkan, cobalah untuk tetap tenang. Ingatlah bahwa turbulensi adalah hal yang umum dalam penerbangan, dan pesawat dirancang untuk menangani kondisi ini. Mengelola rasa takut atau kecemasan Anda dapat membantu Anda tetap tenang.

Amankan Benda-Benda di Sekitar Anda:

Jika Anda memiliki minuman, makanan, atau barang lainnya di meja lipat, amankan atau simpan kembali di tempat yang aman untuk menghindari tumpahan atau cedera.

Gunakan Posisi Aman Jika Diperlukan:

Dalam kasus turbulensi yang sangat kuat, Anda mungkin perlu menggunakan posisi perlindungan. Ini biasanya melibatkan menundukkan kepala ke arah lutut dan melindungi kepala dengan tangan Anda.

Bernafas dengan Tenang:

Jika Anda merasa cemas, cobalah untuk mengambil napas dalam-dalam dan tenang. Ini akan membantu Anda mengurangi rasa takut dan menjaga detak jantung tetap stabil.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda akan lebih siap menghadapi turbulensi dan menjaga diri Anda tetap aman selama penerbangan.

Tips Dari UNDERTHEHELMETS

1. Selalu memakai sabuk pengaman selamat di pesawat, kecuali Anda ke Toilet atau dalam kondisi tertentu, meskipun tanda lampu kenakan sabuk pengaman sudah dimatikan.

2. Berdoa agar senantiasa selamat

3. Jangan menaruh barang bawaan di seat anda.

Demikian dari UNDERTHEHELMET, semoga bermanfaat























Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama